BENGKULU – Soal dampak ekonomi Bengkulu di tengah pandemi Covid-19, terasa atau tidak yang jelas menjelang PILKADA ini banyak sekali bantuan sembako untuk masyarakat. Entah itu warga yang terdampak atau tidak, semua kebagian, dan kebanyakan masyarakat miskin dan jompo.

Bantuan yang diberikan adalah beras ada yang 5-20 kg, kemudian telor 1/2-1 karpet, minyak goreng 1 kg, mie instan 1-2 dus, kalau diperkirakan untuk tiga anggota keluarga anak, maka dalam lima hari bantuan ini ludes. Lalu kapan bantuan itu datang lagi??

Akan tetapi jika tidak diberikan bantuan, dampaknya sangat besar. Karena mau yang berdampak atau tidak berdampat membutuhkan bantuan tersebut, karena disamping pemerintah yang memberikan bantuan itu, juga calon kepala derah yang ingin menarik simpati masyarakat.

Saya berpandangan jika ingin memberikan bantuan “Stay at home”, berilah yg berdampak atau masyarakat miskin serta jompo lebih kurang 1 bulan mereka tidak keluar rumah, yang tidak berdampak berilah masker sehingga penyebaran pademi covid-19 bisa teratasi.

Kemudian pintu masuk daerah perbatasan dan angkutan udara dan laut diperketat pemeriksaan dengan dibekali satgas di perbatasan dengan APD yang lengkap serta bantuan sembakonya lebih kurang satu bulan, sehingga covid-19 stop di perbatasan. Kalau pun ada yg positif tejangkit, cukup diisolasi di Rumah Sakit derah Perbatasan.

Petugas di perbatasan diharapkan benar memeriksa orang atau kendaraan yg masuk Bengkulu, dari mana dan kemana tujuannya, bukan sebatas cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh tapi pengecekan rapid tes bagi suhu tubuh nya 37 °C. Agar jelas, orang yang masuk ke Bengkulu benar-benar sehat.

Kesimpulan saya terlepas Cakada mau menarik simpati dari masyarakat atas bantuan sembakonya, yang jelas masyarakat terbantu, yang penting saluran bantuan benar-benar tepat sasaran, persoalan memilih adalah bagai mana cakada mengikat hati masyarakat disamping bantuan sembako.

Tidak perlu kita persoalkan bantuan sembako apakah aji mumpung atau tidak yang jelas niatnya adalah Penyebaran pademi Covid-19 di Bengkulu Nihil atau istilahnya kita kembali ke Zona Hijau.

Terima kasih kami sampaikan kepada Satgas di daerah Perbatasan, tim medis, TNI, POLRI dan BNPB se Bengkulu yg telah menjaga kami, kami tetap Stay at Home dan jaga jarak. Kami tidak bisa membalas apa-apa atas pekerjaan kalian, kami hanya bisa mendoakan semoga kalian dan keluarga kalian senantiasa sehat dan selamat, Aamiin.

Penulis: Ketua DPW PKB Bengkulu, Herliardo

By batara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *